Nagreg basah pemudik diminta hati-hati
BANDUNG - Pemudik yang melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, diimbau untuk lebih berhati-hati dalam beberapa hari ke depan.
Menurut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas rendah hingga sedang masih akan mengguyur wilayah tersebut hingga 6 April 2025.
Pantauan di lokasi, hujan yang turun sejak sore hingga malam pada Rabu (2/4/2025) sudah mulai berdampak pada perjalanan pemudik.
Sejumlah pengendara roda dua terlihat berteduh di sepanjang jalur Nagreg hingga Cikaledong, sementara kendaraan roda empat melaju lebih pelan akibat jalanan yang basah dan licin.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahyu, mengatakan bahwa potensi hujan masih akan terus terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk jalur mudik utama seperti Nagreg.
“Diprediksi hujan akan mengguyur 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung, hingga 6 April mendatang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (2/4/2025).
Menurutnya, hujan yang terjadi saat ini masih dalam kategori ringan hingga sedang, namun tetap berpotensi mempengaruhi perjalanan pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan roda dua.
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Danu Raditya Atmadja, mengimbau pemudik untuk lebih mempersiapkan perjalanan dengan baik, terutama dalam menghadapi cuaca yang kurang bersahabat.
“Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, diharapkan tetap fokus, menjaga kecepatan, dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi tidak memungkinkan,” katanya di Pos Pelayanan Cikaledong.
Ia juga mengingatkan agar pemudik mempersiapkan kondisi fisik, membawa jas hujan, serta mengecek kendaraan sebelum berangkat.
“Untuk pengemudi roda dua atau roda empat, tetap yang pertama menyiapkan fisik yang prima untuk melakukan perjalanan jauh. Kemudian menyiapkan obat-obat ringan, terus menyiapkan kondisi fisik kendaraan juga karena kondisi hujan. Ya kita, harus siap juga. Selain itu, jas hujan untuk pengendara roda dua dan pelengkap lainnya, karena situasi yang lumayan deras juga," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)