Felldy Utama
, Jurnalis-Selasa, 08 April 2025 |19:03 WIB
Bupati Indramayu, Lucky Hakim (Foto: Felldy Utama/Okezone)
JAKARTA - Bupati Indramayu, Lucky Hakim selesai menjalani pemeriksaan oleh inspektorat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia mengaku, mendapat 43 pertanyaan terkait perjalanannya ke Jepang.
"Ada sekitar 43 pertanyaan, ada 2 jam-an lebih tadi terkait tentang berangkat secara umum ya berangkat ini kapan berangkatnya lalu fasilitas apa yang saya gunakan," kata Lucky di kantor Kemendagri, Selasa (8/4/2025).
Dalam pemeriksaan itu, Lucky mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya berangkat pada tanggal 2 April dan baru sampai di Indonesia tanggal 7 April. Ia memastikan tak ada fasilitas negara yang dimanfaatkan saat pergi ke Negeri Sakura.
"Tidak menggunakan fasilitas negara, uang pribadi, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Pemda di hari cuti bersama," ujarnya.
"Jadi murni ini liburan keluarga pergi bersama keluarga menggunakan dana pribadi. Itu yang saya jelaskan dan saya sertakan bukti-buktinya," tutur dia.
Kendati demikian, Lucky menyadari apa yang dilakukan ini merupakan tindakan yang salah lantaran tidak membawa atau izin terlebih dahulu kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
"Ini salah saya jadi saya minta maaf khususnya pada masyarakat Indramayu, kepada masyarakat Indonesia juga, ini murni kesalahan saya karena saya tidak aware bahwa izin yang dimaksud itu adalah izin ke luar negeri," pungkasnya.
(Arief Setyadi )