Gagal Merger dengan Honda, Nissan Jalin Kesepakatan Baru dengan Renault (Reuters)
PARIS - Renault dan Nissan pada Selasa (1/4/2025) sepakat untuk lebih lanjut mengubah kemitraan mereka yang telah berlangsung selama dua dekade untuk memungkinkan pengurangan kepemilikan saham silang mereka. Langkah ini dilakukan untuk membantu Nissan pulih dari krisis. Kesepakatan ini terjadi setelah Nissan gagal merger dengan Honda.
1. Batas Kepemilikan Saham
Ada perubahan ketentuan yakni menurunkan kepemilikan saham yang diperlukan dari 15 persen menjadi 10 persen. Kesepakatan ini terjadi sehari sebelum Ivan Espinosa mengambil alih posisi CEO Nissan.
Nissan juga akan dibebaskan dari komitmennya untuk berinvestasi di unit kendaraan listrik Renault, Ampere, yang telah dijanjikan sebesar 600 juta euro.
"Sebagai mitra lama Nissan dalam aliansi dan sebagai pemegang saham utamanya, Renault Group sangat berkepentingan melihat Nissan membalikkan kinerjanya secepat mungkin," kata CEO Renault Luca de Meo, melansir Reuters, Rabu (2/4/2025).
2. Renault Produksi Mobil Nissan di India
Renault juga mengumumkan niatnya untuk membeli saham mayoritas Nissan dalam bisnis gabungan mereka di India, Renault Nissan Automotive India Private Ltd (RNAIPL). Transaksi ini diharapkan dapat selesai pada akhir semester pertama tahun ini.
Akibatnya, Nissan akan berhenti memproduksi mobil di India. Nissan akan fokus pada penjualan dan layanan.
Sementara Renault akan terus memproduksi mobil untuk Nissan di pabrik usaha patungan tersebut di negara bagian selatan India, Tamil Nadu. Pabrik tersebut dapat memproduksi lebih dari 400 ribu mobil per tahun. Namun, saat ini hanya beroperasi sekitar sepertiga dari kapasitas tersebut, menurut data industri.
"Nissan berkomitmen untuk menjaga nilai dan manfaat dari kemitraan strategis kami dalam Aliansi sambil menerapkan langkah-langkah pemulihan untuk meningkatkan efisiensi," kata CEO Nissan, Espinosa.