
Begini Cara Jakarta Tingkatkan Pendapatan Daerah Lewat Pelestarian Budaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan pendapatan daerah melalui pelestarian budaya dengan melakukan pembaruan tata pamer, pemanfaatan teknologi imersif, dan peningkatan layanan di Museum Wayang. Tercatat kunjungan di museum tersebut mencapai 95.244 dan menyumbang lebih dari Rp840 juta retribusi daerah.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Morris Danny mengatakan, Museum Wayang Jakarta terus menunjukkan perannya sebagai ruang pelestarian budaya yang sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.
Melalui pembaruan tata pamer, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kualitas layanan, museum ini menjadi contoh bagaimana sektor kebudayaan dapat beriringan dengan penguatan ekonomi daerah. Sepanjang Januari hingga Juni 2024, Museum Wayang mencatat jumlah kunjungan sebanyak 95.244 orang.
"Tingginya angka kunjungan tersebut mencerminkan minat masyarakat yang terus tumbuh terhadap seni tradisi, sekaligus berdampak positif terhadap penerimaan retribusi daerah," ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Dari periode tersebut, Museum Wayang berhasil menyumbang penerimaan retribusi lebih dari Rp840 juta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Capaian ini menegaskan posisi museum tidak hanya sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya, tetapi juga sebagai aset daerah yang mampu menghasilkan pemasukan secara berkelanjutan.
Tarif Terjangkau, Akses Budaya Tetap Terbuka
Museum Wayang menerapkan tarif retribusi yang terjangkau agar dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Harga tiket masuk ditetapkan mulai dari Rp5.000 untuk anak-anak dan mahasiswa, Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk pengunjung dewasa, serta Rp50.000 bagi wisatawan mancanegara.
Kebijakan tarif yang inklusif tersebut, dikombinasikan dengan jumlah pengunjung yang stabil, menjadikan Museum Wayang sebagai salah satu sumber retribusi daerah yang konsisten. Aktivitas wisata museum juga memberi efek berganda terhadap perekonomian kawasan Kota Tua, termasuk bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, dan jasa transportasi.


















































