Arief Setyadi
, Jurnalis-Sabtu, 05 April 2025 |06:03 WIB
Bung Hatta (Foto: Ist/wikipedia0
JAKARTA - Di mata orang awam, mungkin Mohammad Hatta atau karib disapa Bung Hatta sebagai tokoh proklamator bisa memiliki apa saja yang ia inginkan. Namun, siapa sangka, Wakil Presiden pertama RI itu tak pernah bisa mewujudkan impiannya memiliki sepatu kulit Bally.
Kisah tersebut sangat legendaris dan sudah seharusnya menjadi bahan renungan bagi setiap generasi karena mengajarkan tentang makna kesederhanaan. Kendati, tengah memegang kuasa dan menduduki posisi yang tinggi.
Menukil buku 'Untuk Republik: Kisah-Kisah Teladan Kesederhanaan Tokoh Bangsa yang ditulis oleh Faisal H. Basri dan Haris Munandar, Bung Hatta menjadi contoh nyata bagaimana seorang pejabat dapat menjalani kehidupan yang penuh integritas, serta bagaimana seorang individu dapat sepenuhnya mengabdikan hidupnya untuk bangsa yang ia cintai.
Hatta dikenal sangat berhati-hati dalam mengelola keuangan. Ia hanya menggunakan uang negara untuk urusan yang berkaitan dengan pekerjaannya. Ia tidak pernah memanfaatkan fasilitas negara, seperti mobil dinas, untuk kepentingan pribadi atau keluarganya.
Setiap dana yang dialokasikan untuknya, digunakan dengan tujuan yang jelas demi kelancaran tugas negara. Pada suatu malam di tahun 1950-an, saat sedang membaca koran, Hatta melihat sebuah iklan sepatu kulit Bally yang menarik perhatiannya.
Ia sangat ingin memiliki sepatu tersebut. Namun, alih-alih membelinya, Hatta memilih untuk memotong iklan tersebut dan menyimpannya sebagai pengingat untuk menabung agar bisa membeli sepatu itu suatu hari nanti.