
Ini Pendidikan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono yang Sindir Purbaya Soal Proyek Kapal (Foto: Okezone)
JAKARTA - Ini pendidikan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono yang menyindir Purbaya soal proyek kapal. Kedua menteri saling menyindir terkait anggaran kapal. Dalam video yang beredar, Purbaya menyebut anggaran kapal dari Kemenkeu sudah cair, tetapi industri galangan belum juga menerima pesanan. Trenggono meminta Purbaya mengecek langsung anak buahnya di Kemenkeu soal anggaran tersebut.
Trenggono menjelaskan, proyek pembangunan kapal yang dimaksud sebenarnya didanai anggaran kredit dari Inggris. Sementara itu, Indonesia memang berencana membangun 1.500 kapal ikan yang bekerja sama dengan Inggris.
Di tengah sindiran ini, riwayat pendidikan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono pun menarik perhatian masyarakat. Sakti Wahyu Trenggono merupakan putra kelahiran Jawa Tengah yang saat ini bertugas sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia ke-9. Trenggono merupakan satu-satunya Menteri Kelautan dan Perikanan yang memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan di dua periode kabinet pemerintahan berbeda, yaitu Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada periode 2020–2024 dan Kabinet Merah Putih untuk periode 2025–2029, serta telah dilantik pada 21 Oktober 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Riwayat Pendidikan Trenggono
Pendidikan terakhir Bapak Trenggono adalah S-2 Program Magister Studi Pembangunan di Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung, dan saat ini sedang menempuh pendidikan S-3 di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.
Menteri Sakti Wahyu Trenggono berkomitmen bahwa pengelolaan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia harus menempatkan ekologi sebagai panglima untuk memastikan keberlanjutan. Untuk itu, Menteri Sakti Wahyu Trenggono mendorong 5 (lima) kebijakan ekonomi biru, yaitu: pertama, memperluas kawasan konservasi laut; kedua, penangkapan ikan terukur berbasis kuota; ketiga, pengembangan perikanan budidaya di laut, pesisir, dan darat yang berkelanjutan; keempat, pengawasan dan pengendalian wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil; serta kelima, pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan.
Peran dan kontribusi Bapak Sakti Wahyu Trenggono dalam transformasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional melalui Ekonomi Biru mendapatkan apresiasi dan penghargaan berupa Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105/TK/Tahun 2024 tanggal 9 Agustus 2024.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
















































