Kisah Jenderal Kopassus Pimpin Pasukan Naga Menyusup ke Rimba Papua amp;nbsp;

21 hours ago 2

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 03 April 2025 |07:43 WIB

Kisah Jenderal Kopassus Pimpin Pasukan Naga Menyusup ke Rimba Papua  

Kisah Jenderal Kopassus Pimpin Pasukan Naga Menyusup ke Rimba Papua  

JAKARTA - Jenderal (Purn) LB Moerdani, atau lebih dikenal dengan Benny Moerdani, mendapat perintah menjalankan Operasi Naga di Irian Barat (Papua) pada 1962. Saat itu, Benny yang berpangkat kapten ditugaskan untuk menggagalkan rencana Belanda yang ingin mendirikan negara boneka.

Saat itu, sebanyak 213 prajurit baret merah Kopassus diterjunkan menggunakan pesawat C-130 Hercules ke Papua. Namun, operasi ini bocor setelah disiarkan oleh radio Australia, sehingga Belanda menghadang pasukan Indonesia.

Benny dan pasukannya harus berhadapan dengan pasukan Belanda serta tantangan alam Papua yang sangat berat. Salah satu pertempuran sengit terjadi pada 28 Juni 1962, ketika dua perahu motor Marinir Belanda menyerang pasukan Benny yang sedang beristirahat di pinggir Sungai Kumbai.

Meski harus bertempur dalam kondisi yang sangat sulit, Benny berhasil membawa senjata, radio dan dokumen penting saat melarikan diri.

Dalam buku "Kopassus untuk Indonesia", disebutkan Benny dan pasukannya berhasil menggagalkan upaya Belanda untuk menyerang mereka meskipun menghadapi kesulitan besar.

"Yang dipakai Benny strategi kucing. Kalau bertempur ya bertempur, kalau tidak kucing-kucingan. Tujuan kami sebagai umpan supaya Belanda memecah konsentrasi di Biak terbukti berhasil," kata Brigjen TNI (Purn) Aloysius Benedictus Mboi atau Ben Mboi yang ikut dalam Operasi Naga tersebut.

Pertempuran sengit antara pasukan Indonesia dan Belanda berlanjut. Bahkan Belanda memasang pamflet dengan hadiah 500 gulden untuk siapa saja yang bisa menangkap Benny hidup atau mati.

"Sebanyak 500 gulden untuk informasi atau menangkap keduanya hidup atau mati," katanya.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |