Kue Kering Lebaran Awet Berapa Lama? Ini Tips Penyimpanannya Agar Tak Mudah Basi, (Foto: Okezone)
Kue kering menjadi hidangan favorit saat Lebaran. Sejak dahulu, kue kering selalu disajikan saat Lebaran sebagai suguhan untuk tamu dan keluarga.
Tradisi ini terus berlanjut karena kue kering mudah disiapkan dan bisa dibuat jauh sebelum hari raya.
Berbeda dengan makanan lain yang cepat basi, kue kering bisa bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan jika disimpan dengan benar.
Hal ini membuat kue kering praktis untuk disiapkan lebih awal tanpa khawatir rusak. Namun, durasi ketahanan kue kering Lebaran tergantung pada jenisnya, cara penyimpanan, dan bahan yang digunakan.
Nah, berikut perkiraan daya tahan beberapa jenis kue kering, dirangkum Okezoke dari berbagai sumber.
1. Kue Kering Tanpa Isian (Lebih Awet)
Jenis kue ini cenderung lebih tahan lama karena tidak mengandung bahan yang mudah basi. Misalnya kestengel, putri salju, lidah kucing, semprit, dan sagu keju.
Suhu ruang: 1-2 bulan
Kulkas: 3-6 bulan
Freezer: Bisa lebih dari 6 bulan
2. Kue Kering dengan Isian atau Topping (Kurang Awet)
Kue lebaran dengan isian selai, cokelat, atau kacang lebih cepat basi dibandingkan yang polos.
Misalnya, Nastar (karena ada isian selai nanas), kukis cokelat chip, kue kacang isi selai, atau kue dengan topping keju
Suhu ruang: 2-3 minggu
Kulkas: 1-3 bulan
Freezer: Hingga 6 bulan