One Way Diberlakukan Jadi Tanda Puncak Arus Mudik Dimulai. (Foto: Okezone.com/MPI)
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan puncak arus mudik mulai terjadi hari ini. Diperkirakan akan berlanjut sampai esok hari.
1. Puncak Mudik Dimulai
Menurutnya, salah satu parameter puncak mudik adalah diberlakukan skema rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah di beberapa ruas, terutama di Tol Trans Jawa. Kebijakan ini menyusul naiknya pergerakan kendaraan secara signifikan.
“Dengan dilakukannya one way secara nasional, maka terjadi arus puncak mudik pada hari ini dan kami perkirakan juga mungkin masih akan terjadi pada esok hari,” ujar Dudy saat ditemui di Jasamarga Tollroad Command Center, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/3/2025).
2. 1,17 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Khusus kendaraan yang meninggalkan Jabotabek, lanjut Dudy, sudah menyentuh 1,17 juta unit.
“Yang meninggalkan Jabodetabek 1,17 juta (kendaraan) sampai dengan tadi,” paparnya.
Adapun, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mencatat ada 1.179.997 kendaraan meninggalkan Jabotabek sejak H-10 - H-4 Lebaran tahun ini.
Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak).
Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 20,3 persen dibandingkan dengan lalin normal, yaitu 980.802 kendaraan.
Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ke tiga arah mayoritas atau sebanyak 609.295 kendaraan (51,6 persen) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung). Lalu, 331.920 kendaraan (28,1 persen) menuju arah Barat (Merak), dan 238.782 kendaraan (20,2 persen) menuju arah Selatan (Puncak).
3. Rekayasa One Way, Jakarta–Jateng Jadi 5 Jam 12 Menit
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Rekayasa lalu lintas satu arah atau one way dari Jakarta menuju Jawa Tengah mampu memangkas waktu perjalanan pemudik Lebaran tahun ini.
Listyo menyebut rata-rata waktu tempuh pemudik Jakarta - Jateng tahun ini mencapai 5 jam 12 menit.
“Dari kegiatan mudik rata-rata perjalanan 5,12 jam, artinya ini lebih cepat,” kata Listyo di GT Kalikangkung.
Rekayasa lalu lintas one way dilakukan secara bertahap, dimulai dari kawasan KM 70 hingga KM 414.
Adapun kebijakan ini diperpanjang hingga Bawen, Kabupaten Semarang.