Sekjen PB POBSI Achmad Fadil Nasution menjelaskan perihal akreditasi arena biliar (Foto: PB POBSI)
JAKARTA – PB POBSI resmi menerapkan kebijakan akreditasi bagi arena biliar di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memastikan arena biliar memenuhi standar yang mendukung pembinaan atlet serta penyelenggaraan kompetisi secara profesional.
Sekretaris Jenderal PB POBSI, Achmad Fadil Nasution, menegaskan akreditasi ini merupakan bagian dari strategi besar dalam membangun ekosistem olahraga biliar yang lebih terstruktur dan berkualitas. Arena biliar yang telah mendapatkan akreditasi nantinya akan memperoleh berbagai keuntungan.
Selain mendapatkan sertifikat sebagai pengakuan resmi dari PB POBSI, arena tersebut juga dapat dijadikan tempat penyelenggaraan event resmi sesuai dengan tingkat akreditasinya. Tak hanya itu, arena yang terakreditasi juga akan mendapatkan dukungan promosi melalui kanal media sosial resmi POBSI.
1. Skema Akreditasi
Skema akreditasi ini mencakup tiga kategori, yaitu Akreditasi A, B, dan C. Arena dengan Akreditasi A memiliki standar tertinggi dan dapat menyelenggarakan turnamen tingkat nasional serta internasional.
Akreditasi B diperuntukkan bagi arena yang memenuhi standar untuk event regional dan pembinaan atlet profesional. Sementara itu, Akreditasi C diberikan kepada arena yang dapat menjadi pusat latihan komunitas dan kompetisi tingkat lokal.
Saat ini, lanjut Fadil pertumbuhan arena biliar di Indonesia, baik di Jakarta maupun daerah, menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Dengan adanya kebijakan akreditasi ini, diharapkan terjadi pemerataan kualitas infrastruktur biliar di seluruh wilayah.
“Arena dengan standar yang baik akan membantu meningkatkan kualitas atlet dalam berlatih dan bertanding. Sponsor juga akan lebih mudah dalam menentukan arena yang layak untuk kompetisi,” kata Fadil, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (28/3/2025).
2. 7 April 2025
Kebijakan akreditasi ini telah mulai diberlakukan, secara efektif pendaftaran baru dapat dilakukan mulai 7 April. Fadil menegaskan arena yang tidak mengikuti akreditasi tidak akan dilarang beroperasi, namun ke depannya, kompetisi resmi POBSI akan direkomendasikan hanya berlangsung di arena yang telah tersertifikasi.
“Kalau tidak mendaftar, mungkin tempat tersebut lebih berorientasi ke hiburan, bukan ke olahraga. Dan itu tidak masalah. Namun, untuk kompetisi resmi, kami akan lebih memilih arena yang telah memenuhi standar,” jelas Fadil.