Cikal Bintang
, Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |22:22 WIB

Performa PSIM Yogyakarta tetap mendapat pujian meski kalah 1-2 dari Borneo FC (Foto: I.League)
PELATIH PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, tetap puas dengan performa anak asuhnya meski kalah 1-2 dari Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025-2026. Hasil negatif itu diraih hanya karena kurang beruntung.
Duel Borneo FC vs PSIM Yogyakarta itu digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 1 Februari 2026. Laga berjalan cukup seru sepanjang 90 menit.
1. Tidak Berpihak

Tuan rumah membuka keunggulan lewat Kaio Nunes pada menit ke-29 sebelum Koldo Obieta memastikan kemenangan di masa injury time menit 90+2. PSIM sempat menyamakan asa melalui eksekusi penalti Ze Valente pada menit ke-82.
Hadiah penalti itu diberikan setelah Ghulam Fatkur dijatuhkan Dika Kuswardana di dalam kotak terlarang. Keputusan wasit menjadi momentum bagi tim tamu untuk kembali ke dalam pertandingan.
Namun hasil akhir tetap tidak berpihak kepada PSIM yang gagal menambah koleksi angka. Dengan 30 poin, tim asal Yogyakarta itu masih tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara.
Di sisi lain, kemenangan ini mendongkrak posisi Borneo FC ke peringkat kedua. Pesut Etam kini mengoleksi 43 poin, terpaut satu angka saja dari Persib Bandung yang memimpin dengan 44 poin.
Van Gastel mengakui hasil tersebut bukan yang diharapkan timnya. Sebab menurutnya, performa tim meningkat ketimbang pertandingan sebelumnya.
"Saya rasa jika Anda melihat pertandingannya, saya pikir itu adalah permainan yang terbuka. Ada peluang di kedua sisi dan saya pikir itu sangat menyenangkan untuk ditonton,” kata van Gastel dilansir dari laman resmi I.League, Selasa (3/2/2026).

















































