Produksi Telur Surplus, RI Siap Ekspor 1,6 Juta Butir ke AS

6 days ago 8

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 28 Maret 2025 |17:40 WIB

Produksi Telur Surplus, RI Siap Ekspor 1,6 Juta Butir ke AS

Potensi produksi telur nasional tahun 2025 mencapai 6,5 juta ton. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat produksi telur saat ini surplus sekitar 288,7 ribu ton atau setara 5 miliar butir per bulan. Dengan kelebihan ini, Indonesia berpotensi memasok telur ayam di negara negara yang sedang mengalami gangguan produksi akibat wabah HPAI termasuk Amerika Serikat (AS). 

AD dikabarkan sedang defisit tinggi hingga memicu lonjakan harga telur mencapai USD4,11 atau setara Rp68 ribu.

1. Ekspor Telur

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan pihaknya akan terus mendorong ekspor komoditas peternakan, termasuk telur ayam konsumsi, guna memenuhi kebutuhan negara-negara yang tengah mengalami krisis produksi.

“Kami terus mendorong peningkatan ekspor dengan memastikan standar kualitas, keamanan pangan, dan persyaratan negara tujuan terpenuhi,” ujar Agung, Jumat (28/3/2025). 

Sebagai tahap awal, ekspor ke AS sebanyak 1,6 juta butir per bulan diyakini dapat terealisasi. Saat ini, proses penjajakan dan pemenuhan protokol ekspor tengah dilakukan. Indonesia sendiri telah lebih dulu mengekspor telur konsumsi ke Singapura dan Uni Emirat Arab (UEA).

2. Syarat Ekspor Telur ke AS

Lebih lanjut, Agung menekankan bahwa telur yang diekspor harus memenuhi ketentuan ketat dari otoritas keamanan pangan AS.

“Telur yang akan diekspor harus berkualitas tinggi, bebas Salmonella, serta tidak mengandung residu antibiotik agar sesuai dengan standar keamanan pangan yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat,” tegasnya.

Ia juga memastikan ekspor ini tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri. 

“Pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan domestik. Ekspor dilakukan tanpa mengganggu pasokan dan stabilitas harga di pasar dalam negeri,” kata Agung.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |