Tingkatkan Kualitas Layanan, TPK Bagendang Perkuat Operasional dan Budaya K3

12 hours ago 8

Kotawaringin Timur, radarsampit.com – Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang terus memperkuat penataan operasional dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di Kalimantan Tengah.

Pembenahan dilakukan di berbagai lini, mulai dari penataan lapangan penumpukan peti kemas (*container yard*), digitalisasi administrasi pelayanan, pemeliharaan rutin peralatan bongkar muat, hingga penyempurnaan pola operasional terminal. Sejumlah upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas terminal serta memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa.

Di sisi lain, budaya K3 juga terus diperkuat melalui disiplin penggunaan alat pelindung diri (APD), inspeksi keselamatan secara berkala, penyediaan jalur evakuasi sesuai standar, hingga peningkatan kepatuhan pekerja dan pengguna jasa terhadap prosedur keselamatan.

Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan peningkatan pelayanan harus berjalan beriringan dengan penerapan budaya keselamatan kerja.

“Operasional yang tertata dan budaya K3 yang kuat menjadi kunci dalam memberikan layanan yang berkualitas. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan agar setiap aktivitas di terminal berjalan secara aman, efektif, dan sesuai standar,” ujarnya, Kamis (26/6).

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari pelaku usaha logistik. Sekretaris DPW ALFI/ILFA Kalimantan Tengah, Budi Hariono, menilai penerapan K3 merupakan fondasi penting dalam mendukung kelancaran aktivitas logistik di pelabuhan.

“Kami mengapresiasi komitmen Pelindo yang terus memperkuat budaya K3. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi dasar bagi kelancaran operasional logistik,” katanya.

Tanda tangan pelindo k3Rapat Koordinasi Penataan dan Optimalisasi Pelayanan Operasional di Terminal Petikemas Bagendang diisi dengan pemaparan materi mengenai penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Branch Manager PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Sampit, Christofel Herman Soselisa menyampaikan bahwa kolaborasi antara operator pelabuhan dan seluruh pengguna jasa menjadi faktor penting dalam membangun budaya keselamatan kerja.

“Keterlibatan seluruh pengguna jasa dalam penerapan K3 menjadi langkah positif untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan sekaligus mendukung kelancaran operasional pelabuhan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi operasional, TPK Bagendang juga mulai mengembangkan sistem pengawasan K3 berbasis digital. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemantauan kepatuhan terhadap standar keselamatan sekaligus memperkuat pengelolaan risiko di lingkungan kerja.

Penguatan operasional dan budaya keselamatan itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan terminal serta mendukung kelancaran distribusi logistik di Kalimantan Tengah. (fan)

Read Entire Article
Desa Alam | | | |