1.824 Perumahan Menengah ke Bawah Butuh Akses Transportasi Umum

2 days ago 4

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 02 April 2025 |11:10 WIB

1.824 Perumahan Menengah ke Bawah Butuh Akses Transportasi Umum

Perumahan Menengah ke Bawah Butuh Angkutan Umum. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)

JAKARTA - Layanan angkutan umum untuk perumahan kelas menengah dan bawah sangat dibutuhkan. Pasalnya beban masyarakat, khususnya generasi muda saat ini cukup berat dalam menjangkau hunian. 

Selain harus membeli rumah yang harganya semakin mahal, juga harus membeli kendaraan bermotor. Pasalnya, kawasan perumahan yang ditempati tidak memiliki fasilitas transportasi umum menuju tempat kerja. 

Menurut data dari Badan Pengelola Tapera (2023), ada 1.824 perumahan (242 perumahan kelas menengah dan 1.582 perumahan kelas bawah) yang harus dilayani angkutan umum. 

"Layanan angkutan umum dapat berupa angkutan penghubung ( feeder ) menuju stasiun KRL Jabodetabek, Stasiun LRT Jabodebek atau halte rute Transjabodetabek terdekat," ujar Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno, Rabu (2/4/2025). 

Dapat juga layanan langsung (direct service), seperti JR Connection yang disediakan saat jam sibuk pagi menuju Kota Jakarta dan sore dengan rute kebalikan dari Jakarta ke kawasan perumahan. Selain jam itu, melayani sebagai angkutan penyambung (feeder).

Angkutan umum yang baru dibenahi berada di Kota Bogor (4 rute Trans Pakuan), sekarang sedang masa jeda operasi (APBD Kota Bogor), 1 rute Trans Patriot di Bekasi (APBN), 1 rute Trans Wibawa di Kab. Bekasi (APBD Kab. Bekasi), Trans Ayo di Kota Tangerang (APBD Kota Tangerang) dan 1 rute Trans Depok di Kota Depok (APBN).

"Sebelum era 1990-an, pemerintah menerapkan kebijakan pembangunan kawasan perumahan diimbangi ada layanan transportasi umum, seperti angkutan kota, bus umum atau bus Damri. Namun, saat ini, layanan angkutan kota ke permukiman itu kian terkikis (bahkan sudah banyak yang hilang), meskipun kawasan perumahan itu masih tetap ada," ujarnya, 

Read Entire Article
Desa Alam | | | |