Niko Prayoga
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |21:43 WIB

Kadin dan Kemlu (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri menargetkan agar jumlah perdagangan di Indonesia bisa melebihi jumlah tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD50 miliar.
Hal tersebut diupayakan melalui pertemuan dengan 60 duta besar dari berbagai negara untuk Indonesia di Kementerian Luar Negeri pada Kamis (5/2/2026).
“Kita ketahui bahwa jumlah perdagangan apa di Indonesia 2025 itu totalnya itu surplus sampai USD50 miliar. Nah, ini kita ingin tingkatkan bukan hanya jumlahnya tapi juga kualitasnya. Artinya ya mesti lebih dalam dengan produk-produk yang yang yang lain yang yang baik,” ungkap Ketua UMKM Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat diwawancarai usai pertemuan.
Selain untuk mendongkrak jumlah perdagangan Indonesia lebih dari tahun sebelumnya, Anindya menekankan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan langkah dunia usaha dengan kebijakan luar negeri pemerintah, khususnya dalam menarik investasi dan memperluas pasar ekspor Indonesia.
“Kami selalu berpikir bagaimana agenda Pak Presiden dan agenda tentunya pemerintah bisa didampingi dengan promosi, perdagangan dan investasi. Karena kami bersama kesatuan kami tentu sangat membutuhkan perdagangan dan investasi ini sampai kepada level di Kadin daerah dan juga tentunya UMKM,” ucap dia.
Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah kerjasama bilateral yang sudah berjalan, seperti dengan Australia yang mencatatkan kenaikan perdagangan hingga tiga kali lipat.
Kadin berkomitmen untuk terus mengaktivasi perjanjian dagang yang sudah ada, mulai dari Uni Eropa hingga Eurasia, guna memastikan setiap kesepakatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.















































