Sunan Gunung Jati (Foto: Wikipedia)
PEMBERONTAKAN oleh pasukan Kalang konon terjadi semasa Sunan Gunung Jati. Pemberontakan yang dipimpin oleh Patih Genden di Cirebon membuat Sunan Gunung Jati kewalahan. Pasukan pemberontak kala itu konon bahkan sudah menyiapkan persenjataan lengkap hingga ke Karang Getas.
Mendengar kabar adanya pemberontakan, Sunan Gunung Jati tetap tenang. Dari sanalah Sunan Gunung Jati mulai memperlihatkan karomahnya sebagai waliyullah. Pasukan Kalang dibuat kerepotan oleh karomah sang wali ini.
Pasukan Kalang konon menimpa kejadian di luar logika ketika akan tiba di wilayah kekuasaan Sunan Gunung Jati. Saat itu, senjata tajam dan senjata laras panjang pasukan pemberontak tiba-tiba hancur lebur. Senjata-senjata itu secara tiba-tiba hancur tanpa sebab tak pasti.
Dikisahkan "Sajarah Wali Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati : Naskah Mertasinga", terjemahan Amman N. Wahju, Konon karomah dari Sunan Gunung Jati membuat senjata-senjata yang dibawa oleh Pasukan Kalang mengalami peristiwa sesuatu yang di luar nalar. Sejak itu tempat terjadinya peristiwa itu disebut Karang Getas.
Guna mengantisipasi serbuan dari musuh dan pemberontak lainnya di Carbon atau yang disebut Cirebon didirikan Jagabayan atau pos penjagaan, yang dijaga oleh Arya Punglu. Dia berasal dari Demak, dan terkenal pintar dalam bicaranya.
Arya Jagabayan segera mengadang orang-orang kafir itu dan berkata, "He kamu Dipati Kafir, sudah waktunya kamu bersama dengan teman-temanmu itu mengucapkan Kalimah Syahadat yang mulia". Dipati Geden tidak sanggup menolaknya.