Kotim Sudah Masuk Musim Kemarau, BMKG Minta Warga Waspadai Karhutla dan Krisis Air

11 hours ago 11

Radarsampit.com – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta tidak terkecoh dengan hujan yang masih sesekali turun dalam beberapa hari terakhir. Meski cuaca di sejumlah wilayah, termasuk Kota Sampit, masih diselingi hujan ringan hingga sedang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Kotim sudah masuk musim kemarau sejak awal Juni 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, menjelaskan bahwa kondisi hujan yang masih terjadi merupakan bagian dari fase peralihan menuju musim kemarau yang lebih stabil. Karena itu, masyarakat tidak perlu menganggap hujan sebagai tanda musim penghujan kembali datang.

“Musim kemarau sudah dimulai. Namun bukan berarti hujan langsung berhenti sepenuhnya. Pada fase awal kemarau, hujan masih bisa terjadi meski frekuensi dan intensitasnya mulai menurun,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Sampit memang cenderung berubah-ubah. Pada siang hari, suhu udara terasa cukup panas dan terik. Namun menjelang sore hingga malam, beberapa kawasan masih diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Menurut BMKG, kondisi tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi saat pergantian musim. Secara klimatologis, curah hujan di wilayah Kotim diperkirakan terus menurun dalam beberapa bulan ke depan.

Bahkan, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih lama dibanding kondisi normal. BMKG memperkirakan periode kemarau dapat berlangsung selama 100 hingga 120 hari.

Kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai dampak yang perlu diantisipasi sejak dini. Selain berkurangnya ketersediaan air bersih, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga diperkirakan meningkat seiring mengeringnya vegetasi dan lahan gambut.

Tanda-tanda awal ancaman karhutla mulai terlihat. Pada Senin (15/6/2026), dua kejadian kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Kecamatan Baamang dalam rentang waktu yang berdekatan.

Kebakaran pertama terjadi di kawasan Jalan Ir Soekarno-Hatta atau Lingkar Utara sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak lama berselang, kebakaran kembali terjadi di Jalan Padat Karya, Baamang Tengah sekitar pukul 18.20 WIB. Petugas gabungan harus bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke wilayah lain.

Selain risiko karhutla, BMKG juga mengingatkan potensi penurunan debit sungai, khususnya di wilayah pesisir selatan Kotim. Jika kondisi ini terus berlangsung, intrusi air laut dapat terjadi sehingga air sungai berubah menjadi lebih payau dan memengaruhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, warga diimbau mulai menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih besar.

BMKG menegaskan bahwa meskipun hujan masih sesekali turun, status wilayah tidak berubah. Kotim sudah masuk musim kemarau, sehingga masyarakat perlu mempersiapkan diri menghadapi dampak yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |