Cerita Pelatih PSIS Semarang yang Anggap Timnya Beruntung saat Sukses Imbangi Persebaya Surabaya 1-1

1 week ago 6

Cerita Pelatih PSIS Semarang yang Anggap Timnya Beruntung saat Sukses Imbangi Persebaya Surabaya 1-1

Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang. (Foto: PSIS Semarang)

CERITA pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, menarik diulas. Sebab, dia menganggap timnya beruntung saat sukses imbangu Persebaya Surabaya 1-1.

PSIS Semarang berhasil menahan imbang Persebaya Surabaya di lanjutan Liga 1. Skor 1-1 diperoleh Laskar Mahesa Jenar -julukan PSIS Semarang- usai mencetak gol di menit 94 melalui Septian David Maulana, memanfaatkan sepak pojok cepat.

Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang foto PSIS Semarang

1. Duel Sengit

Gol PSIS tercipta hanya 8 detik menjelang pertandingan berakhir. Gol ini mengubur harapan Bajul Ijo meraih tiga poin setelah berhasil mencetak gol melalui Francisco Rivera menit 45.

Gilbert Agius mengakui timnya beruntung dan seharusnya kemenangan diraih Persebaya Surabaya. Bahkan di sepanjang laga, tim tuan rumah memang menguasai pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang, termasuk satu peluang emas di akhir babak kedua sebelum timnya menyamakan kedudukan.

"Babak pertama pertandingan berimbang 50 : 50, kita kemasukan di menit-menit akhir kalau nggak salah di menit 44. Di awal babak kedua Persebaya bermain bagus, kita mungkin bisa selesai pertandingan dengan 2-0. Kita beruntung karena di akhir Persebaya tidak bisa mencetak gol dan kita bisa mencetak gol," ucap Gilbert Agius, usai pertandingan.

2. Main Bagus

Persebaya disebutnya juga bermain sangat bagus dan timnya tertekan sepanjang pertandingan, terutama di babak kedua. Faktor tuan rumah bermain di hadapan ribuan suporternya dan masih ada kans juara kian mempengaruhi motivasi pemain Persebaya.

"Ini pertandingan sulit, karena mereka bermain di depan suporternya, punya kans untuk juara, kalau boleh jujur kita tidak berhak untuk mendapatkan satu poin ini, dan mereka berhak untuk mendapatkan poin penuh, karena mereka mendapatkan kans di menit akhir, tapi inilah sepakbola," jelasnya.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |