Arief Setyadi
, Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |09:00 WIB

Tentara Israel (Foto: AP)
NAHARIYA — Israel menyatakan sedang melakukan "operasi skala besar" untuk menemukan sandera terakhir di Gaza, pada Minggu 25 Januari 2026. Hal itu dilontarkan di saat Washington dan mediator lainnya menekan Israel dan Hamas untuk segera melangkah ke fase berikutnya dari gencatan senjata mereka.
Pernyataan ini muncul saat Kabinet Israel bertemu untuk membahas kemungkinan pembukaan pintu perbatasan utama Rafah di Gaza yang berbatasan dengan Mesir, dan sehari setelah utusan tinggi AS bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai langkah-langkah selanjutnya.
Kepulangan sandera yang tersisa, Ran Gvili, telah dipandang secara luas sebagai penghalang terakhir untuk melanjutkan pembukaan penyeberangan Rafah dan melanjutkan fase kedua gencatan senjata yang dimediasi oleh AS.
Pada Minggu malam, kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan mengatakan, “setelah selesainya operasi ini, dan sesuai dengan apa yang telah disepakati dengan Amerika Serikat, Israel akan membuka penyeberangan Rafah,” dikutip AP, Senin (26/1/2026).
Pernyataan itu tidak merinci berapa lama waktu yang dibutuhkan, namun pejabat militer Israel yang dikutip media lokal mengatakan operasi tersebut bisa memakan waktu berhari-hari untuk diselesaikan.
Pemulangan semua sandera yang tersisa, baik dalam keadaan hidup maupun mati, telah menjadi bagian sentral dari fase pertama gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Sebelum Minggu, sandera sebelumnya telah ditemukan pada awal Desember.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya














































