Menko Airlangga Ungkap Dampak Perang AS-Iran ke Ekonomi Indonesia

9 hours ago 1

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |17:18 WIB

Menko Airlangga Ungkap Dampak Perang AS-Iran ke Ekonomi Indonesia

Menko Airlangga Ungkap Dampak Perang AS-Iran ke Ekonomi Indonesia

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti isu inflasi harga komoditas pangan dan kelangkaan minyak yang berpotensi terjadi akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Pemerintah saat ini disebut Airlangga masih sebatas wait and see, termasuk melihat seberapa lama dan kompleksnya eskalasi konflik.

"Kita belum tahu perang ini lama atau pendek dan tujuannya berbeda dengan perang yang lain yaitu perubahan dari pemerintahan atau pergantian rezim. Yang mengkhawatirkan bagi kita tentu penutupan Selat Hormuz di mana itu 20 persen minyak global lewat di sana dan 20 persen dari kebutuhan minyak di Indonesia itu juga berkontrak dengan Saudi," kata Airlangga dalam forum diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
 
Airlangga menekankan kepentingan soal ketersediaan dan kestabilan minyak menjadi atensi dunia global. Sebab, komoditas ini menjadi vital bagi seluruh negara. Sehingga global pun mencoba me-mitigasi risiko, seperti negara dalam Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC), yang menjaga stok dan produksinya.

"Nah, tinggal masalah transportasi," kata Airlangga yang menyoroti rantai pasok minyak terganggu setelah Iran blokade Selat Hormuz.

Adapun minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk suplai April 2026 berada pada level 71,78 dolar AS per barel atau naik 7,10 persen dikomparasi akhir pekan yang senilai 67,02 dolar AS per barel. Airlangga menyoroti tekanan fiskal jika terjadi inflasi harga.

"Diperkirakan pasokan akan terganggu dan harga WTI per hari ini sudah 73 dolar, namun APBN kita di 70 dolar jadi relatif masih terkendali," kata dia.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |