Pasokan Gas Jadi Sorotan, Operasional Industri RI Terganggu

12 hours ago 3

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2026 |17:14 WIB

Pasokan Gas Jadi Sorotan, Operasional Industri RI Terganggu

Kebutuhan tambahan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri saat ini dinilai sangat mendesak. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Kebutuhan tambahan pasokan gas alam untuk industri dalam negeri saat ini dinilai sangat mendesak. Ketersediaan gas nasional yang semakin terbatas berpotensi mengganggu operasional sejumlah sektor industri strategis, mulai dari penurunan kapasitas produksi hingga meningkatnya biaya energi akibat penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih mahal.

Kondisi ini, jika berlanjut, berisiko menurunkan daya saing produk nasional di pasar domestik maupun global. Dalam jangka panjang, keterbatasan pasokan gas juga dapat menekan pertumbuhan investasi manufaktur, mengganggu stabilitas lapangan kerja, serta mengurangi kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengamat energi Sofyano Zakaria menekankan bahwa kelangkaan gas alam dapat menimbulkan gangguan serius terhadap keberlangsungan operasional berbagai sektor industri strategis di Indonesia.

“Kondisi ketersediaan gas nasional yang nyaris tidak mencukupi berpotensi menimbulkan gangguan serius terhadap operasional industri strategis,” ujar Sofyano, Kamis (26/2/2026).

Sofyano menambahkan, kekurangan pasokan gas juga berdampak pada meningkatnya biaya energi karena industri terpaksa menggunakan bahan bakar alternatif yang lebih mahal. Hal ini dapat mengurangi daya saing produk nasional di pasar domestik maupun internasional.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Sofyano menilai Presiden RI, Prabowo Subianto, memiliki posisi strategis untuk melakukan diplomasi energi melalui negosiasi ulang dengan negara-negara pembeli gas alam Indonesia, seperti Jepang, maupun pihak lain yang sebelumnya terikat kontrak pembelian gas jangka panjang.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |