
Ubud Bali Didominasi Wisatawan Korea Selatan, Turis Kini Cari Pariwisata Wellness. (Foto: Freepik)
JAKARTA - Arah pariwisata Bali perlahan mulai bergeser. Jika biasanya didominasi liburan massal, kini minat wisatawan semakin condong pada pengalaman yang lebih personal dan berorientasi pada kesehatan fisik serta mental.
Seperti di wilayah Ubud yang kini populer dengan pariwisata kebugaran (wellness), misalnya yang dilakukan Sanggraloka Ubud sepanjang akhir 2025. Pada masa soft opening di penghujung tahun lalu, tingkat hunian Sanggraloka Ubud diperkirakan berada di kisaran 65–70 persen.
Menariknya, wisatawan Korea Selatan menjadi tamu asing terbesar, menyumbang sekitar 28–32 persen dari total kunjungan mancanegara. Capaian itu terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya mencatat kedatangan wisatawan mancanegara telah melampaui 20 ribu orang per hari selama musim liburan. Di mana Bali menerima sekitar 6,7 juta kunjungan wisatawan asing dari Januari hingga pertengahan Desember 2025.
Kuatnya minat wisatawan Korea Selatan sesuai dengan konsep Ubud yang menawarkan destinasi wellness. Dengan memberikan privasi, ketenangan, lanskap hijau, dan kedekatan dengan alam menjadi elemen yang semakin dicari terutama oleh wisatawan Asia yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota.
Di Sanggraloka Ubud, wisatawan bisa mencoba berbagai aktivitas dimulai dari Forest Path. Kemudian dilanjutkan dengan ritual melukat serta sound bath by the river.














































