Waktu Iamp;rsquo;tikaf yang Paling Utama dan Keutamaannya

6 days ago 6

Waktu I’tikaf yang Paling Utama dan Keutamaannya

Waktu I’tikaf yang Paling Utama dan Keutamaannya (Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA - I’tikaf merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, terlebih lagi di bulan Ramadhan. Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, dzikir, doa, dan muhasabah diri. Waktu pelaksanaan i’tikaf memang fleksibel, namun terdapat waktu-waktu yang sangat utama dan memiliki keutamaan yang agung sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

1. Waktu I'tikaf

Para ulama sepakat bahwa waktu i’tikaf yang paling utama adalah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).

Berdasarkan hadits ini, jelas waktu yang paling utama untuk melaksanakan i’tikaf adalah pada malam-malam terakhir Ramadhan, dimulai sejak malam ke-21 hingga akhir bulan Ramadhan. Bahkan sebagian ulama menyebutkan, waktu masuk i’tikaf yang sempurna dimulai sejak malam tanggal 21 Ramadhan, yakni setelah sholat Maghrib, hingga malam takbiran menjelang Idul Fitri.

2. Lailatul Qadar

Mengapa sepuluh malam terakhir? Karena pada malam-malam itu terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5)

I’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah bentuk usaha maksimal seorang hamba untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Karena tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan malam itu datang, maka Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk meningkatkan ibadah dan beri’tikaf selama sepuluh malam terakhir, agar tidak terlewatkan malam penuh kemuliaan tersebut.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |