8 Rencana Aksi untuk Reformasi Total Pasar Modal Indonesia, Ini Penjelasan OJK

6 hours ago 2

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 01 Februari 2026 |19:08 WIB

8 Rencana Aksi untuk Reformasi Total Pasar Modal Indonesia, Ini Penjelasan OJK

OJK soal Reformasi Pasar Modal Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama seluruh jajaran Self-Regulatory Organization (SRO) mengumumkan komitmen besar untuk melakukan reformasi struktural yang ambisius di pasar modal nasional. Langkah ini diambil guna memenuhi ekspektasi investor global serta meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi (investability) Indonesia di mata penyedia indeks internasional seperti MSCI.

Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (Kiki) menegaskan bahwa reformasi ini dibagi ke dalam empat klaster utama: kebijakan free float, transparansi, tata kelola & penegakan hukum (enforcement), serta sinergitas.

“Kira menyampaikan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms di pasar modal Indonesia. Sesuai dengan best practices dan juga tentu saja memenuhi ekspektasi dari global index provider," ujar Kiki dalam acara Rencana Aksi Percepatan Reformasi di BEI, Minggu (1/2/2026).

Berikut adalah rincian delapan langkah strategis yang akan segera diimplementasikan:

1. Batas Minimum Free Float Naik ke 15 Persen

OJK akan menaikkan ambang batas saham beredar di publik dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Bagi perusahaan baru yang akan IPO, aturan ini langsung berlaku, sementara emiten lama diberikan masa transisi.

"OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free flow emiten menjadi sebesar 15 persen, meningkat dari ketentuan yang saat ini 7,5 perseb” tegas Kiki.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |