
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menunjukkan sikap berbeda saat berjumpa Fajar/Fikri dan Sabar/Reza (Foto: PBSI)
JAKARTA – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menunjukkan sikap berbeda saat berjumpa Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di Indonesia Masters 2026. Keduanya ternyata punya alasan tersendiri.
Raymond/Joaquin secara mengejutkan berhasil mengunci tiket partai final Indonesia Masters 2026. Kepastian itu didapat setelah mengalahkan Sabar/Reza di babak semifinal dalam dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-14 di Istora Senayan, Sabtu 24 Januari 2026.
1. Cukup Kalem

Laga tersebut berjalan cukup kalem jika dibanding menghadapi Fajar/Fikri di babak perempatfinal. Raymond/Joaquin kerap berbalas psywar dengan seniornya itu di dalam lapangan.
“Mungkin kemarin (lawan Fajar/Fikri) terbawa suasana juga. Mungkin eh ada yang memancing, jadi terpancing juga. Mungkin reaktif saja jadinya,” kata Raymond, dikutip Minggu (25/1/2026).
“Kalau di sini tadi main (lawan Sabar/Reza) mungkin lebih kalem-kalem saja karena enggak ada psywar-psywar-an, enggak memancing-mancing, jadi reaktif memancing terus. Jadi ya begitu saja biar membedakan,” sambung pemain berusia 21 tahun itu.
Sementara, Joaquin mengungkapkan alasan mereka kerap beraksi tengil di lapangan. Ia menjelaskan hal tersebut bukan untuk memprovokasi lawan, melainkan agar mereka tampil lebih percaya diri.














































