Tangguh Yudha
, Jurnalis-Sabtu, 17 Januari 2026 |14:49 WIB

Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah menerapkan pendekatan padat karya sebagai strategi utama rehabilitasi sektor pertanian pascabencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Melalui skema ini, petani dan pemilik lahan tetap memperoleh penghasilan selama proses pemulihan lahan berlangsung.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menjelaskan, sawah yang rusak akan diperbaiki langsung oleh pemiliknya, sementara seluruh biaya rehabilitasi ditanggung pemerintah pusat.
Bantuan tersebut meliputi benih gratis, pengolahan tanah, hingga perbaikan jaringan irigasi.
“Sawah yang rusak itu diperbaiki sendiri oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat. Jadi saudara kita punya pendapatan, sementara benih dibantu gratis, pengolahan tanah, perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat. Ini perintah langsung Bapak Presiden,” tegasnya dikutip Sabtu (17/1/2026).
Dia mengatakan, konsep padat karya memastikan seluruh pemilik sawah terlibat aktif dalam proses rehabilitasi. Mereka bekerja di lahannya sendiri dan mendapatkan penghasilan harian yang cukup untuk kebutuhan keluarga.
“Pendapatan hariannya cukup untuk harian, bekerja di sawahnya sendiri. Sementara pengolahan tanah, benih, dan irigasi ditanggung pemerintah pusat,” jelasnya.















































