Ravie Wardani
, Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |21:00 WIB

Aurelie Moeremans
JAKARTA - Aurelie Moeremans mengungkap sisi gelap ketika menulis buku memoar berjudul Broken Strings. Siapa sangka, ia mengaku mentalnya belum pulih total ketika menuliskan kisah kelam tersebut.
Menurut Aurelie, proses pemulihan mentalnya justru terjadi ketika kata perkata mulai ia tuangkan.
Baginya, proses penulisan panjang itu menjadi terapi tersendiri untuk memindahkan memori kelamnya ke dalam sebuah buku.
"Menulis Broken Strings itu bukan karena aku sudah pulih sepenuhnya lalu ingin menunjukkan ke publik kalau aku baik baik saja. Justru kebalikannya. Proses menulisnya adalah bagian dari proses pulih itu sendiri," kata Aurelie Moeremans saat dihubungi awak media pada Rabu (14/1/2026).
Wanita 32 tahun itu mengakui luka lamanya terus dipikul meski kejadian memilukan itu sudah berlalu selama beberapa tahun.














































