Felldy Utama
, Jurnalis-Senin, 05 Januari 2026 |18:42 WIB

Banjir bandang di Sulut (Foto: BNPB)
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, sembilan orang meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Banjir bandang menerjang pada Senin (5/1/2026) pukul 02.30 Wita.
Tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat. Bencana terjadi setelah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
Dalam visual yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan berdasarkan laporan dari tim di lapangan, pada Senin siang banjir telah surut. Namun, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak masih terputus.
“Data sementara yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro tercatat rincian korban jiwa antara lain sembilan orang meninggal dunia, lima orang dalam pencarian, 17 orang mengalami luka-luka, dan 102 jiwa mengungsi di Gedung GMIST Bethbara,” kata Muhari.
Tak hanya itu, lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan.
Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban yang dilaporkan hilang.
“Adapun kendala yang dihadapi di lapangan untuk mobilisasi sumber daya adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro,” ujarnya.
(Arief Setyadi )

















































