Banyak Saham Merah di Perdagangan Hari Ini, Begini Respons COO Danantara

4 hours ago 1

Banyak Saham Merah di Perdagangan Hari Ini, Begini Respons COO Danantara

COO Danantara Pandu Sjahrir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan banyaknya saham yang berada di zona merah pada perdagangan di hari pertama pasca pengumuman agenda transformasi Bursa Efek Indonesia merupakan bagian dari koreksi alam.

Pandu Sjahrir menilai sebelumnya banyak saham-saham yang mengalami kenaikan valuasi secara tajam, meskipun secara fundamental saham-saham tersebut dinilai tergolong kurang layak untuk investasi alias uninvestable.

"Memang banyak retail melihat ini banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).

Dia mengatakan, saat ini para investor mulai mencari emiten yang punya fundamental kuat sebagai tempat berinvestasi. Mengutip data IDX Mobile, hingga pukul 15.26 tercatat hanya ada 52 emiten saham yang penguatan, 142 emiten stagnan, dan 763 saham yang tertekan.

"Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi retail melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin akan mengalami koreksi alam," kata Pandu.

Sehingga menurutnya, koreksi yang tengah terjadi pada hari perdagangan hari pertama pekan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan oleh para investor. Sebab tengah dalam masa transisi untuk pendalaman pasar yang lebih bagus kedepannya lewat agenda transformasi yang dilakukan.

"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan, ya kita harus melihat balik ke fundamental. Juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short term," kata Pandu.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah menyiapkan 8 agenda transformasi pasar modal secara menyeluruh guna memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |