
Benarkah Sugar Rush Bikin Anak Jadi Hiperaktif? Ini Faktanya (Foto: Freepik)
JAKARTA – Pernahkah Moms melihat Si Kecil tiba-tiba menjadi lebih aktif, sulit diam, atau rewel setelah mengonsumsi makanan manis? Kondisi ini kerap disebut sebagai sugar rush dan sering dikaitkan dengan perilaku hiperaktif hingga tantrum pada anak. Tak sedikit orang tua yang akhirnya khawatir dan memilih membatasi konsumsi gula secara ketat.
Namun, benarkah gula benar-benar menjadi penyebab utama anak menjadi hiperaktif? Untuk menjawabnya, Bunda perlu memahami bagaimana tubuh Si Kecil memproses gula dan apa saja faktor lain yang memengaruhi perilaku anak. Pemahaman yang tepat akan membantu Bunda mengelola asupan manis secara lebih bijak tanpa rasa khawatir berlebihan.
Sugar Rush, Mitos atau Fakta?
Istilah sugar rush menggambarkan kondisi ketika anak tampak lebih berenergi atau sulit dikendalikan setelah mengonsumsi makanan manis. Banyak orang percaya gula menyebabkan lonjakan energi instan yang berujung pada hiperaktivitas.
Namun, berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa hubungan langsung antara konsumsi gula dan hiperaktivitas belum terbukti secara konsisten. Sejumlah studi bahkan menyebutkan tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat aktivitas anak setelah mengonsumsi gula. Meski demikian, konsumsi gula berlebihan memang dapat memengaruhi suasana hati, kualitas tidur, dan pola energi anak.
Artinya, respons setiap anak bisa berbeda-beda. Faktor fisik, kebiasaan makan, hingga lingkungan sekitar turut memengaruhi bagaimana tubuh dan emosi Si Kecil bereaksi terhadap gula.
Mengapa Anak Sangat Menyukai Gula?

















































