BKI Cek Kelaiklautan Kapal Jelang Lonjakan Arus Balik Libur Nataru 2025-2026

5 hours ago 1

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 01 Januari 2026 |15:57 WIB

BKI Cek Kelaiklautan Kapal Jelang Lonjakan Arus Balik Libur Nataru 2025-2026

Memastikan kelaiklautan kapal serta sarana pendukung transportasi laut. (Foto: Okezone.com/BKI)

JAKARTA - Kesiapan infrastruktur dan fasilitas angkutan kembali diperiksa dalam menghadapi lonjakan aktivitas jelang arus balik musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Salah satu yang dilakukan memastikan kelaiklautan kapal serta sarana pendukung transportasi laut.

Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), R Benny Susanto, melakukan kunjungan ke beberapa lokasi penting di Banten. Dirinya juga melihat lokasi Posko BKO Perhubungan Ciwandan dan Pelabuhan PT BBJ Bojonegara.
Benny menegaskan komitmen BKI dalam mendukung Pemerintah dan Kementerian Perhubungan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026.

"Melalui peran aktif dalam pemeriksaan, pengawasan teknis, dan pemastian kelaiklautan kapal serta sarana pendukung transportasi laut, BKI berkomitmen menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat," ungkapnya, Kamis (1/1/2026).

BKI terus berupaya meningkatkan keandalan layanan transportasi nasional, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi, dengan prioritas utama adalah menjamin keselamatan Anda dan keluarga.

Insiden Kapal Tenggelam

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi angkat bicara soal insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025 sekitar pukul 21.00 WITA.

Menhub menjelaskan, saat diberikan izin berlayar yang diterbitkan oleh Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo memang dalam kondisi cuaca sedang baik dan normal. Namun saat berlayar cuaca berubah sehingga mengakibatkan tenggelamnya kapal di tengah laut.

"Kondisi di Labuan Bajo, saat diberikan surat berlayar, kondisi cuaca memang cukup kondusif untuk berlayar, namun pada titik tertentu ada gelombang yang cukup tinggi," ujarnya.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |