
China Resmi Larang Gagang Pintu Rata pada Mobil, Ini Alasannya (Car News China)
JAKARTA - Mobil di China bakal dilarang menggunakan gagang pintu rata, yang kian marak ditemukan pada model terkini. Hal ini menyusul kekhawatiran jika nantinya terjadi kecelakaan fatal, baik penumpang maupun petugas penyelamat tak bisa membuka pintu mobil.
1. Pintu Mobil Rata Dilarang
Melansir Carscoops, Jumat (21/1/2026), mulai 2027, China akan melarang gagang pintu yang ramping dan bertenaga listrik yang semakin umum digunakan pada kendaraan modern. Keputusan ini menyusul pola kecelakaan fatal yang mengkhawatirkan di mana penumpang dan petugas penyelamat tidak dapat membuka pintu mobil setelah tabrakan.
Berdasarkan peraturan baru, semua kendaraan akan diwajibkan memiliki gagang pintu interior dan eksterior dengan fungsi pelepasan mekanis. Hal ini untuk memastikan pintu masih dapat dibuka, meskipun daya listrik mati atau kendaraan rusak parah.
Indikasi pertama perubahan ini muncul pada pertengahan Desember ketika Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China memasukkan proposal tersebut dalam rancangan peraturan baru. Peraturan ini mewajibkan setiap kendaraan penumpang dengan berat di bawah 3,5 ton untuk menggunakan gagang pintu yang mempertahankan fungsi mekanis setelah tabrakan.
Ini akan menjadi kabar baik bagi petugas darurat, yang menghadapi tantangan yang semakin meningkat dalam mengevakuasi penumpang dengan cepat dari kendaraan listrik yang lebih baru setelah benturan.
Gagang pintu yang dapat ditarik secara elektrik yang digunakan pada model seperti Tesla Model S dan BYD Seal telah menjadi ciri khas desain EV kontemporer di China. Gagang pintu tekan Tesla, yang terdapat pada Model 3 dan Model Y, termasuk dalam kategori yang sama.
Sebagian besar daya tariknya berasal dari efisiensi aerodinamis yang ditawarkan desain ini. Hal tersebut membantu produsen mendapatkan peningkatan jangkauan yang marginal.















































