
Danantara (Foto: Okezone)
JAKARTA - Proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) batal ikut groundbreaking proyek hilirisasi pada hari ini, Jumat (6/2/2026).
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan, proyek DME memang ikut dalam daftar 18 proyek hilirisasi yang bakal digarap oleh Pemerintah. Namun DME batal ikut fase 1 karena masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama menyoal kesiapan teknologi yang bakal digunakan.
"Berkaitan dengan DME, betul tadi kita tentu sesuai dengan arah Pak Rosan, kita akan melakukan kajian yang sangat detail, kita sedang menentukan teknologi yang akan kita pakai, tentunya teknologi yang kita pakai akan menentukan outputnya juga kompetitif. Kita tidak mau nanti output gasnya itu tidak kompetitif yang akhirnya tidak diserapi oleh pasar," ujar Dony di Wisma Danantara, Jumat (6/2/2026).
Namun demikian, Dony memastikan proyek tersebut akan tetap berjalan dengan estimasi 1-2 bulan kedepan untuk mematangkan konsep proyek sebelum masuk dalam tahap groundbreaking. Nantinya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menjadi operator dari proyek hilirisasi tersebut.
"InsyaAllah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini, mungkin 1 bulan ya, 1 bulan ini akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam," katanya.
Dony menegaskan, proyek gasifikasi batubara sebelumnya sempat dikerjakan, sebelum pengembangnya berhenti ditengah jalan karena ditinggal investor asal Amerika Serikat, Air Product. Sehingga pematang konsep dinilai perlu dilakukan agar proyek berjalan dengan baik.















































