Defisit APBN 2025 Hampir Sentuh 3 Persen, BKPM: Itu Bukan Persoalan Investasi Masuk RI

15 hours ago 6

 Itu Bukan Persoalan Investasi Masuk RI

APBN Defisit di 2025 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan defisit APBN per Desember 2025 sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB) tidak menjadi persoalan investor masuk ke Indonesia, atau tidak mengurangi minat investor asing untuk menanamkan modal.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menyampaikan bahwa investor pada dasarnya tidak terlalu mencemaskan isu defisit fiskal, karena keputusan investasi lebih banyak ditentukan oleh potensi pasar dan efisiensi bisnis di dalam negeri.

Menurutnya, saat mempertimbangkan investasi di Indonesia, pelaku usaha global lebih fokus pada kekuatan permintaan domestik, daya beli masyarakat, serta peluang ekspor yang dapat diciptakan dari basis produksi di Tanah Air. Selain itu, kedekatan Indonesia dengan sumber bahan baku dan pasar regional menjadi faktor penting yang meningkatkan daya saing biaya.

"Efisiensi yang bisa dimunculkan oleh Indonesia karena kedekatan dengan pasar, bahan baku, serta keunggulan regulasi yang ada justru menjadi nilai positif bagi investor," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, isu apakah produk hasil investasi akan diserap melalui proyek pemerintah atau belanja negara bukanlah faktor utama dalam perhitungan investor. Pemerintah hanyalah salah satu alternatif pasar, bukan satu-satunya penopang keberlanjutan usaha.

"Tidak selalu negara yang harus menyerap produk-produk mereka. Investor melihat market secara lebih luas, baik domestik maupun ekspor," katanya.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |