Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |18:40 WIB

Duet Maruf Amin dan Abdussalam Shohib Dinilai Kembalikan Jati Diri NU/Okezone
JAKARTA – Mantan Koordinator Bidang (Korbid) Pengkaderan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), Ahmad Samsul Rijal menyebut, Kiai Ma’ruf Amin dan KH Abdussalam Shohib, merupakan pasangan ideal yang bisa memenuhi harapan Nahdliyyin untuk memimpin PBNU ke depan.
"Beliau berdua bisa mengembalikan jati diri NU yang dibanggakan nahdliyyin, menguatkan akar jam’iyyah, dan menjawab tantangan jaman dengan peran PBNU lebih efektif," kata Ahmad Kamis (5/2/2026).
Publik NU kata dia, merindukan kepemimpinan yang teduh, mengakar dan kharismatik dengan kualitas pemimpin yang berkarakter serta bisa membangkitkan kebangggan terhadap organisasi.
Sekretaris Forum Silaturrohim Kiai dan Pesantren (Forsikap) menyatakan Nahdliyyin berharap, Muktamar ke-35 NU di bulan Juli 2026 atau sebelumnya menjadi forum refleksi dan pergantian kepemimpinan PBNU selanjutnya.
"Nahdliyyin berharap pengganti pemimpin PBNU nanti, adalah figur-figur yang bisa mengembalikan jati diri NU, menguatkan peran secara efektif, dan menjawab tantangan jaman," kata Ahmad.
Ketua Pengurus Yayasan Islamic Center for Democracy and Human Rights Empowerment menyebut, Kiai Ma’ruf Amin dikenal ulama konseptor ekonomi syariah Indonesia dan pelopor industri keuangan syariah.
“Dengan ragam ilmu dan keahlian, beliau ingin Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia dengan prinsip keadilan, keumatan, dan kedaulatan,” ujarnya.
"Beliau Allamah, menguasai disiplin ilmu agama yang luas dan mendalam dengan sanad keilmuan yang terpercaya,” lanjutnya.
Ma’ruf Amin pernah menjadi Rais Aam PBNU masa khidmat 2015-2020, namun tahun 2018 dia mundur karena diminta menjadi Cawapres, dan akhirnya menjadi Wapres 2019-2024. Desember 2025.














































