ESG di Industri Teknologi Kini Jadi Tuntutan Pasar Global

3 hours ago 4

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |20:12 WIB

ESG di Industri Teknologi Kini Jadi Tuntutan Pasar Global

Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi tolok ukur bagi industri teknologi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi tolok ukur bagi industri teknologi, seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan keberlanjutan dari pelanggan global. Keberlanjutan dalam evaluasi internasional mencerminkan penguatan signifikan dalam praktik ESG, mulai dari kebijakan lingkungan, hak asasi manusia, etika, hingga pengadaan berkelanjutan.

“ESG kini bukan lagi diferensiasi, tetapi prasyarat untuk bisa bertahan dan dipercaya di industri teknologi. Penilaian keberlanjutan menjadi alat ukur untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Managing Director Global Infotech Solution, Amon Fernandes, Selasa (3/2/2026).

Aspek utama yang menjadi kerangka penilaian ESG pada industri teknologi di antaranya adalah lingkungan, ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, etika, serta pengadaan berkelanjutan. Penilaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam membangun tata kelola dan praktik operasional yang selaras dengan standar global.

Karena menjadi syarat global tersebut, perusahaan teknologi di Indonesia pun memperkuat komitmen keberlanjutannya melalui berbagai inisiatif lintas organisasi, mulai dari peningkatan penggunaan kendaraan listrik oleh jajaran direksi, penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI), pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove, hingga program pengelolaan dan daur ulang limbah operasional serta dukungan terhadap pendidikan di bidang teknologi informatika.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |