
Pembalap Tim Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton. (Foto: Instagram/lewishamilton)
SAKHIR – Optimisme tinggi terpancar dari wajah pembalap Tim Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton saat menjalani tes pramusim Formula 1 (F1) 2026 di Bahrain. Setelah masa adaptasi yang menantang pada tahun pertamanya bersama tim asal Italia tersebut, juara dunia tujuh kali ini kini merasa jauh lebih menyatu dengan jet darat terbarunya.
Saksikan F1 2026 langsung secara streaming di beIN Sports via Vision+ dengan klik di sini.
Berbeda dengan musim lalu di mana Hamilton harus mengemudikan mobil yang diwariskan kepadanya, tahun ini ia merasa memiliki andil besar dalam melahirkan SF-26. Kepercayaan dirinya pun melonjak seiring dengan performa impresif Ferrari yang mulai mencuri perhatian para rival di paddock.
1. Membangun Mobil dengan "DNA" Sendiri
Dalam konferensi pers di sela-sela pengujian, Hamilton mengungkapkan ia merasa jauh lebih terhubung dengan mobil generasi baru ini. Hal ini tidak lepas dari keterlibatannya yang intensif dalam proses pengembangan di simulator selama hampir 10 bulan terakhir.
"Saya merasa berada di posisi terbaik secara pribadi setelah sekian lama melakukan penataan ulang dalam tim saya," ujar Hamilton, melansir dari Crash, Jumat (19/2/2026).
Lewis Hamilton melaju dengan mobil Scuderia Ferrari SF-26 jelang F1 2026 (Foto: F1)
Hamilton pun menambahkan bahwa mobil tahun ini terasa sangat spesial karena ia turut mengawal proses pembuatannya sejak awal. Baginya, transisi ke regulasi mesin dan desain tahun 2026 adalah tantangan yang menyenangkan sekaligus menyegarkan bagi kariernya yang panjang.
"Ada sedikit DNA saya di dalamnya. Jadi, saya merasa jauh lebih terhubung dengan mobil yang ini," tambahnya.
















































