Feby Novalius
, Jurnalis-Senin, 12 Januari 2026 |17:13 WIB

RDMP Balikpapan akhirnya diresmikan pada hari ini. (Foto: Okezone.com/Setpres)
JAKARTA - RDMP Balikpapan akhirnya diresmikan pada hari ini. Proyek ini menelan biaya USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun.
Namun demikian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah manfaat dari hadirnya RDMP terbesar di Indonesia. Proyek ini meningkatkan produksi minyak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
"Ini ada yang bagus, Bapak Presiden. Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa kurang lebih Rp60 triliun lebih, karena bisa menambah 100 ribu barel. Dengan tambahan ini, kita bisa menghasilkan 5,8 juta kiloliter per tahun," ujarnya saat peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Bahlil menyampaikan, konsumsi bensin di Indonesia mencapai 38 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri sebesar 14,25 juta kiloliter. Artinya, dengan tambahan produksi dari RDMP Balikpapan sebesar 5,8 juta kiloliter, impor bensin Indonesia tinggal 19 juta kiloliter.
"Sementara untuk solar, tahun ini alhamdulillah, kita bicara tidak ada lagi impor solar ke depan. Kebutuhan solar kita total 38 juta kiloliter. Dengan B40 dan B60, ditambah produksi RDMP hampir 5 juta, impor kita yang 5 juta sudah tertutupi bahkan surplus 1,4 juta kiloliter. Itu untuk solar C48," ujarnya.













































