
Ketum PBSI, Fadil Imran. (Foto: Andika Rachmansyah/Okezone)
JAKARTA – Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, menegaskan bahwa gelaran Indonesia Masters memiliki kedudukan yang sangat strategis bagi eksistensi bulu tangkis nasional. Lebih dari sekadar kompetisi rutin, turnamen level Super 500 ini dipandang sebagai identitas sekaligus cerminan karakter bangsa Indonesia yang dikenal memiliki semangat juang tinggi di mata dunia.
Indonesia Masters 2026 siap kembali digelar pada 20 sampai dengan 25 Januari 2026. Ajang bergengsi tersebut akan dimainkan di rumah bulu tangkis Indonesia, Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Fadil Imran menjelaskan bahwa ajang ini berfungsi sebagai wadah prestasi sekaligus etalase karakter dan nilai-nilai olahraga Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia Masters 2026 dirancang secara khusus sebagai ruang pertemuan antara prestasi atlet dan kecintaan publik.
1. Sportivitas dan Warisan Atmosfer Istora
“Indonesia Masters bukan sekadar turnamen. Ia adalah bagian dari identitas bulutangkis Indonesia, tentang sportivitas, semangat juang, dan fair play. Turnamen ini mencerminkan bagaimana kita merawat prestasi sekaligus membangun kebanggaanpublik secara berkelanjutan,” ujar Fadil dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Muhammad Fadil Imran (Foto: PBSI)
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen di Istora GBK selalu memiliki nilai historis dan emosional tersendiri bagi siapa pun yang terlibat. Dukungan penonton Indonesia yang khas, penuh semangat, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas, menjadi kekuatan unik yang membedakan Indonesia dengan negara lain.
















































