
Ini Harta Karun Tersembunyi di Greenland (Foto: Unsplash)
JAKARTA - Mengungkap harta karun yang berada di Greenland. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berambisi untuk menguasai Greenland. Namun, ambisi ini kembali menimbulkan kontroversi global.
Trump bahkan disebut ingin membeli Greenland dengan cara membayar setiap warganya uang bernilai miliaran rupiah.
Ambisi Trump juga ditunjukkan dengan ancaman pengenaan tarif bagi negara yang ikut campur dengan aksi akuisisi Greenland ini. Trump menyatakan akan memberlakukan tarif 10 persen terhadap barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari.
Tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni, kecuali ada kesepakatan tentang pembelian penuh dan total Greenland oleh AS.
Para pemimpin Eropa menolak ancaman tarif tersebut dan kembali menegaskan solidaritas mereka dengan Denmark.
Sebelumnya pada Minggu, delapan negara Eropa itu mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam ancaman AS dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keamanan Arktik dan kedaulatan nasional.
Harta Karun yang Tersembunyi di Greenland
Melansir BBC, Greenland merupakan pulau terbesar di dunia yang bukan benua terletak di Arktik. Ini juga merupakan wilayah dengan populasi terpadat. Sekitar 56.000 orang tinggal di sana, sebagian besar adalah penduduk asli Inuit.
Sekitar 80% wilayahnya tertutup es, artinya sebagian besar penduduk tinggal di pesisir barat daya sekitar ibu kota, Nuuk.
Ekonomi Greenland terutama bergantung pada perikanan, dan menerima subsidi besar dari pemerintah Denmark.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap sumber daya alam Greenland, termasuk penambangan mineral tanah jarang, uranium, dan besi, semakin meningkat.
Sumber daya ini mungkin menjadi lebih mudah diakses seiring dengan pemanasan global yang menyebabkan mencairnya lapisan es raksasa yang menutupi pulau tersebut.
Sumber daya mineral yang berharga telah menjadi fokus utama Trump di berbagai belahan dunia, termasuk dalam hubungannya dengan Ukraina.
Namun, Presiden AS tersebut mengatakan: "Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, bukan untuk mineral."
China dan Rusia telah mulai memperkuat kemampuan militer mereka di Arktik dalam beberapa tahun terakhir, menurut sebuah laporan dari Arctic Institute. Laporan tersebut menyerukan agar AS lebih mengembangkan kehadirannya di Arktik untuk menyaingi pesaingnya.
Sementara, dilansir Independent, Greenland ternayata memiliki beberapa cadangan sumber daya alam terkaya di dunia. Cadangan ini termasuk bahan baku penting seperti sumber daya seperti litium dan unsur tanah jarang (REE) yang sangat penting untuk teknologi ramah lingkungan, tetapi produksi dan keberlanjutannya sangat sensitif.
Ditambah mineral dan logam berharga lainnya dan sejumlah besar hidrokarbon termasuk minyak dan gas juga disebut ada di Greenland.













































