
Menanti Sentuhan Magis John Herdman di Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)
JAKARTA – Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai dengan penunjukan juru taktik berpengalaman asal Inggris, John Herdman, sebagai nakhoda utama. Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai bahwa di balik profil mentereng sang pelatih, terdapat tantangan kultural dan teknis besar yang harus segera ditaklukkan agar ambisi besar PSSI menuju panggung dunia bukan sekadar impian.
Herdman akan memulai era baru Timnas Indonesia di tahun 2026. PSSI memberikan kepercayaan kepada sosok tersebut bukan tanpa alasan. Pelatih berusia 50 tahun itu memiliki rekam jejak yang bagus, terkhusus saat menangani Timnas Kanada.
1. Rekam Jejak Emas
Bersama Timnas Kanada, Herdman sukses menorehkan prestasi ketika menangani skuad putra dan putri timnas negara tersebut. Bersama skuad putri, Herdman membawa timnya meraih medali perunggu Olimpiade beruntun (2012 dan 2016), kemudian mengakhiri penantian 36 tahun dengan meloloskan skuad putra ke Piala Dunia 2022 di Qatar.
Nah kini, Herdman pun diharapkan juga bisa mengukir sejarah bersama Timnas Indonesia yakni menembus Piala Dunia 2030 yang menjadi target besar PSSI. Untuk menuju ke sana, tentunya perlu proses matang dalam membentuk Skuad Garuda agar dapat bersaing di level dunia.
John Herdman. (Foto: Canada Soccer)
2. Pentingnya Memahami Karakter dan Budaya Sepak Bola Nasional
Menurut Kesit, tantangan utama yang dihadapi Herdman saat ini adalah mempelajari karakter dan budaya pemain Timnas Indonesia. Eks pelatih Timnas Kanada itu wajib hukumnya untuk dapat mengetahui lebih tentang budaya sepak bola Tanah Air.
“Tantangannya, Herdman harus mulai mempelajari karakter dan budaya pemain-pemain timnas Indonesia,” kata Kesit kepada Okezone, Kamis (8/1/2026).

















































