Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 01 Januari 2026 |17:10 WIB

Masyarakat diperingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun Telegram palsu. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Masyarakat diperingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun Telegram palsu. Sebab ada puluhan akun bodong yang bisa merugikan nantinya.
Aplikasi investasi dan trading crypto dan saham ini menemukan upaya penipuan yang menjanjikan keuntungan cepat dan pendampingan trading secara ilegal. Tercatat ada puluhan akun bodong bermunculan dengan mencatut nama dan logo resmi Pluang untuk menjerat korban ke dalam penipuan finansial.
Para pelaku biasanya menggunakan modus "kesempatan cuan cepat", menawarkan masuk ke "grup eksklusif", hingga janji titip dana investasi.
Ciri-Ciri Akun Penipuan yang Perlu Diwaspadai:
Mengirim Pesan Duluan (DM) lewat akun Telegram: Akun resmi Telegram milik Pluang tidak pernah menghubungi pengguna terlebih dahulu melalui pesan pribadi untuk menawarkan produk investasi; semuanya dilakukan secara broadcast massal hanya lewat akun resmi.
Janji Profit Tidak Masuk Akal: Menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa informasi disclaimer risiko.

Permintaan Transfer Dana Luar Aplikasi: Meminta pengguna mengirimkan dana ke rekening pribadi atau dompet digital di luar sistem pembayaran resmi aplikasi Pluang, ataupun undangan saling transfer ke sesama pengguna yang dikenal maupun tidak dikenal.
Cek Cara Komunikasinya dan Pengarahan Link: Akun resmi Pluang tidak akan meminta nasabah memberikan data pribadi yang bersifat rahasia, dan juga tidak akan membawa pengguna untuk mengakses situs yang bukan berkaitan dengan domain resmi pluang.
Menyamar sebagai Admin: Menggunakan nama pengguna (username) yang sangat mirip dengan akun resmi, namun biasanya memiliki tambahan angka atau karakter khusus seperti pluang_tradingg atau pluang_investasi01, dan sejenisnya.

















































