Investasi Geothermal dan Data Center Diprediksi Naik 2026, Jepang hingga Thailand Siap Masuk RI

1 hour ago 1

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 15 Januari 2026 |17:30 WIB

Investasi Geothermal dan Data Center Diprediksi Naik 2026, Jepang hingga Thailand Siap Masuk RI

Investasi di sektor geothermal dan data center akan meningkat signifikan. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa investasi di sektor geothermal dan data center akan meningkat signifikan sepanjang tahun 2026. Hal ini sejalan dengan minat investasi dari negara asing untuk menggarap kedua sektor tersebut.

Rosan mengatakan, beberapa negara yang diproyeksikan masuk pada tahun 2026 antara lain Malaysia, Thailand, dan Jepang.

"Salah satunya yang kita lihat potensinya sangat besar dari investor dalam dan luar negeri adalah energi baru dan terbarukan. Kan 76 persen energi kita dari energi baru terbarukan di RUPTL PLN. Geothermal menarik karena banyak investor tertarik," ujarnya dalam konferensi pers Capaian Realisasi Investasi Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Namun demikian, Rosan mengaku saat ini masalah perizinan masih menjadi hambatan bagi realisasi investasi di sektor panas bumi. Negara seperti Jepang disebut-sebut juga tertarik menggarap proyek ini dan siap melakukan groundbreaking pada tahun 2026.

"Memang kondisinya kita harus lebih mempermudah dari sisi perizinannya. Terutama kalau saya lihat, Jepang yang banyak minat di geothermal. Investasinya kemarin juga ada yang di tahun ini," tambahnya.

Besaran investasi yang akan ditanamkan oleh salah satu perusahaan asal Jepang di geothermal diketahui tembus USD 900 juta atau setara Rp 15,2 triliun. Rencana investasi tersebut juga telah mendapatkan financial close dari pemerintah dan akan segera mulai dibangun pada tahun 2026.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |