
Iran Memanas, AS Tarik Pasukan di Pangkalan Militer Qatar (USAF via BBC)
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menarik sebagian personel dari pangkalan militer Al-Udeid di Qatar. Penarikan pasukan ini seiring ucapan Presiden AS, Donald Trump, mempertimbangkan untuk mengambil tindakan terhadap Iran atas tindakan kerasnya terhadap demonstran.
1. Tarik Pasukan
Para pejabat mengatakan kepada CBS, penarikan sebagian personel Amerika adalah "tindakan pencegahan". Beberapa personel militer Inggris juga ditarik.
Pemerintah Qatar menyatakan langkah-langkah AS ini sebagai respons atas kondisi di Timur Tengah.
"Sebagai tanggapan terhadap ketegangan regional saat ini," demikian pernyataan pemerintah Qatar, melansir BBC, Kamis (15/1/2026).
Kementerian Luar Negeri juga telah menutup sementara kedutaan besar Inggris di Teheran, yang sekarang akan beroperasi dari jarak jauh, kata seorang juru bicara pemerintah.
Mengenai penarikan personel militer, pemerintah Qatar mengatakan bakal mengambil langkah untuk keselamatan penduduknya.
"Menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dan penduduknya sebagai prioritas utama, termasuk tindakan yang berkaitan dengan perlindungan infrastruktur penting dan fasilitas militer," katanya.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menolak berkomentar tentang laporan bahwa personel Inggris ditarik "karena alasan keamanan operasional".
Al-Udeid adalah pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah dan sekitar 10.000 personel ditempatkan di sana, serta sekitar 100 staf Inggris. Tidak jelas berapa banyak yang akan pergi.
2. Trump Ingatkan Iran
Awal pekan ini, Trump memperingatkan AS akan mengambil "tindakan yang sangat keras" terhadap Iran jika pihak berwenang mengeksekusi para demonstran. Iran mengatakan akan membalas jika diserang AS.
Pada Rabu, ia mengatakan pemerintahannya telah diberitahu "dari sumber yang dapat dipercaya" bahwa "pembunuhan di Iran sedang berhenti, dan tidak ada rencana untuk eksekusi".
















































