Jelang Muktamar NU, Nama Kiai Said Aqil Siradj Digadang-gadang Jadi Rais Aam PBNU

11 hours ago 2

Jelang Muktamar NU, Nama Kiai Said Aqil Siradj Digadang-gadang Jadi Rais Aam PBNU

Nama Kiai Said Aqil Siradj Digadang-gadang Jadi Rais Aam PBNU

JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sosok ideal Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi topik utama. Pasalnya, jabatan Rais Aam bukan sekadar posisi struktural, melainkan simbol marwah, otoritas tertinggi Syuriyah, sekaligus penentu arah strategis jam’iyah pewaris para nabi ini di tengah dinamika nasional dan global.

‘’Pemilihan Rais Aam harus berangkat dari kriteria yang tegas sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), bukan semata pertimbangan popularitas figur,’’ujar Tokoh NU KH Imam Jazuli, Sabtu (24/1/2026).

Dikatakannya, dalam kepengurusan NU, Syuriyah adalah lembaga tertinggi yang memegang kendali organisasi para ulama ini seutuhnya. Syuriyah PBNU dipimpin seorang Rais Aam yang biasanya dipilih berdasarkan kriteria yang ketat. 

“Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah simbol marwah, pemimpin spiritual, dan pengambil kebijakan strategis jam’iyah. Karena itu, yang paling penting bukan siapa orangnya, tetapi apakah ia memenuhi kriteria,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Bina Insan Mulia Cirebon ini menjelaskan, terdapat empat pilar utama yang harus dimiliki Rais Aam PBNU, yakni alim, faqih, zahid, serta berwibawa dan berpengalaman dalam organisasi, yang diperkuat dengan nilai muru’ah, futuwwah, dan muharrikan (penggerak).

Berdasarkan kriteria tersebut, dia menilai Kiai Said Aqil Siradj sebagai sosok yang paling memenuhi syarat untuk memimpin Syuriyah NU pada periode mendatang.

“Jika kriteria itu diterapkan secara objektif, maka Kiai Said Aqil Siradj muncul sebagai figur yang paling lengkap dan paripurna,” ujarnya.

Sementara dari sisi keilmuan, kata dia, Kiai Said Aqil disebut sebagai ulama alim dan faqih dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Ummul Qura, Makkah, serta penguasaan mendalam terhadap khazanah keilmuan Islam klasik (turats) dan pemikiran kontemporer.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |