Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 16 Januari 2026 |10:05 WIB

Kadin Buka Suara Banyak Kredit Macet UMKM, Ternyata Ini Biang Keroknya (Foto: Freepik)
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada awal 2026. Meski kerap dijuluki sebagai tulang punggung ekonomi, UMKM dinilai masih terjebak dalam masalah struktural, terutama tingginya angka kredit macet.
Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia Aviliani menjelaskan bahwa tingginya kredit macet tersebut dipicu oleh ketidakseimbangan antara ketersediaan modal dan permintaan pasar (supply and demand).
"Pelaku ekonomi yang kita lupakan adalah UMKM. Selalu dikatakan tulang punggung, tetapi kalau kita melihat kondisi UMKM kita sangat memilukan sebenarnya," ungkap Aviliani dalam acara Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Aviliani menyoroti program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini digenjot secara besar-besaran dari sisi pasokan (supply side), namun tidak dibarengi dengan kepastian akses pasar atau permintaan bagi produk UMKM tersebut. Akibatnya, banyak pelaku UMKM yang mendapatkan modal namun kesulitan mengembalikannya.
"Kenapa? Memang dari sisi supply side ada KUR. KUR itu gede-gedean. Tapi dia enggak punya demand. Makanya kredit macetnya naik kalau kita lihat," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa mayoritas pelaku UMKM saat ini masih menjalankan bisnis hanya untuk sekadar bertahan hidup (survival mode), sehingga sulit untuk naik kelas tanpa adanya intervensi yang tepat.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
















































