Kisah Akhir Perjalanan Fajar Fathur Rahman: Pamit dari Borneo FC demi Tantangan Baru

8 hours ago 2

 Pamit dari Borneo FC demi Tantangan Baru

Fajar Fathur Rahman pamit dari Borneo FC. (Foto: Instagram/fajarfathurrahmannn)

SAMARINDA – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola nasional setelah Fajar Fathur Rahman resmi memutuskan untuk menyudahi kebersamaannya dengan Borneo FC. Pemain andalan Timnas Indonesia U-23 yang telah menjadi ikon muda Pesut Etam selama lima tahun terakhir ini menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh hati bagi seluruh elemen klub dan suporter.

Tahun 2020 menjadi awal mula dedikasi Fajar bersama Borneo FC. Pemain kelahiran Manokwari, Papua Barat, tersebut tumbuh menjadi salah satu talenta muda paling menonjol yang pernah dimiliki Pesut Etam, di mana performa konsistennya di sisi lapangan kerap membuatnya menjadi langganan panggilan Timnas kelompok umur.

1. Keputusan Sulit

Namun, secara tidak terduga, Fajar mengumumkan petualangannya bersama Borneo FC telah mencapai titik akhir. Ia mengakui meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya tersebut merupakan keputusan paling berat yang harus ia ambil dalam perjalanan karier profesionalnya sejauh ini.

“Setelah 5 tahun bersama Borneo FC saatnya bagi saya untuk menginformasikan bahwa hari ini menjadi hari terakhir saya menjadi bagian dari klub ini. Ini merupakan keputusan tersulit yang pernah saya buat dalam karier saya,” tulis Fajar melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (1/1/2026).

“Klub ini telah menjadi bagian dari seluruh hidup saya selama 5 tahun ini, datang dari anak usia muda yang belum mempunyai semuanya, dan sekarang mengakhirinya dengan mental dan karakter yang kuat,” tambahnya.

Fajar Fathur Rahman Fajar Fathur Rahman

2. Misi Keluar dari Zona Nyaman

Hingga saat ini, Fajar belum mengungkap pelabuhan baru tempat ia akan berlabuh musim depan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa langkah ini diambil murni karena keinginan besar untuk mencari atmosfer baru dan menguji kemampuannya di luar lingkungan yang sudah sangat familiar baginya.

“Tapi semua keputusan ini adalah tentang keluarga, mengalami tantangan baru, membawa diri keluar dari zona nyaman saya, dan mendorong diri saya untuk lebih baik secara profesional maupun pribadi,” ungkap Fajar.

Read Entire Article
Desa Alam | | | |