
Tunggal putri asal Amerika Serikat, Beiwen Zhang. (Foto: Instagram/beiwenzhang)
KISAH tak biasa pebulu tangkis Beiwen Zhang menarik untuk dibahas. Mengingat tunggal putri cantik ini rela tiga kali mengganti kewarganegaraannya demi bisa terus bermain bulu tangkis.
Ya, dunia bulu tangkis mengenal Beiwen Zhang bukan sekadar sebagai atlet tangguh, melainkan juga sosok petualang yang melintasi batas negara demi kecintaannya pada raket. Di tengah ketatnya persaingan tunggal putri dunia, Zhang mengukir sejarah unik dengan membela tiga bendera berbeda sepanjang karier profesionalnya: China, Singapura, dan kini Amerika Serikat (AS).
1. Lika-liku Karier
Lahir di China pada 12 Juli 1990, Beiwen memulai langkah besar pertamanya saat pindah ke Singapura pada usia 13 tahun melalui skema talenta olahraga asing. Ia resmi menjadi warga negara Singapura pada 2007 dan sempat mempersembahkan medali perunggu di SEA Games 2009.
Namun, perjalanannya di Negeri Singa terhenti secara kontroversial pada 2011 setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Asosiasi Bulu Tangkis Singapura (SBA), menyusul perselisihan dengan sang pelatih terkait aturan jam malam.
Beiwen Zhang. (Foto: Instagram/beiwenzhang)
Tak mau menyerah, Zhang memilih hijrah ke Amerika Serikat dan bermukim di Las Vegas bersama orangtuanya sejak 2013. Di bawah bendera Amerika Serikat, ia harus berjuang mandiri tanpa dukungan penuh federasi seperti di Asia.
Meski begitu, prestasinya justru meroket. Puncaknya, Zhang meraih gelar juara India Open 2018 setelah menaklukkan P.V. Sindhu, serta mendominasi ajang Pan Am Championships dan Pan American Games.

















































