
Lagi Musim Batuk Pilek, Ini Tips Mengurangi Gejala Flu pada Anak (Foto: Freepik)
JAKARTA – Memasuki musim pancaroba, perubahan cuaca yang tidak menentu kerap berdampak pada kondisi kesehatan. Cuaca yang panas terik bisa tiba-tiba berubah menjadi hujan deras disertai angin kencang, sehingga membuat tubuh rentan terserang penyakit.
Salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul pada masa pancaroba adalah batuk pilek, terutama pada anak-anak. Kondisi ini umum terjadi karena daya tahan tubuh anak belum sekuat orang dewasa dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
Dokter spesialis anak, dr. Shela Putri Sundawa, Sp.A, membenarkan bahwa kasus batuk pilek pada anak meningkat saat musim pancaroba. Menurutnya, batuk pilek merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang melibatkan hidung dan tenggorokan.
“Mostly, batuk pilek itu penyebabnya virus. Bisa sembuh sendiri tanpa obat,” ujar dr. Shela, seperti dikutip dari akun X miliknya @acfara.
Meski umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, orang tua tetap perlu melakukan perawatan yang tepat agar gejala tidak semakin berat dan anak merasa lebih nyaman. Berikut beberapa tips dari dr. Shela untuk membantu mengurangi gejala batuk pilek pada anak di rumah.
Tips Mengurangi Batuk Pilek pada Anak
- Menjemur anak di pagi hari saat matahari masih hangat
- Menghirup uap air panas yang ditetesi minyak kayu putih
- Mengoleskan balsem hangat di dada (gunakan merek yang sesuai usia anak)
- Mencuci hidung dengan larutan NaCl steril minimal satu kali di pagi hari dan satu kali sebelum tidur
- Melakukan fisioterapi dada sebelum tidur
- Menggunakan humidifier di kamar anak
- Memperbanyak waktu istirahat di rumah dan tidak masuk sekolah hingga kondisi tubuh benar-benar pulih
- Memberikan madu dan lemon untuk anak usia di atas satu tahun
Dengan perawatan yang tepat dan istirahat cukup, batuk pilek pada anak umumnya akan membaik dalam beberapa hari. Orang tua juga disarankan segera berkonsultasi ke dokter jika gejala tidak kunjung membaik atau disertai demam tinggi dan sesak napas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)

















































