MBG Jadi Penggerak Ekonomi Jangka Pendek, Target Pertumbuhan 8%

2 hours ago 2

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 14 Januari 2026 |20:25 WIB

MBG Jadi Penggerak Ekonomi Jangka Pendek, Target Pertumbuhan 8%

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu kendaraan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (Foto: Okezone.com/BRI)

JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kendaraan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Pasalnya, manfaat MBG tidak hanya besar dari sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi dalam jangka pendek.

"Tentu target 82 juta anak untuk diberikan makanan ini sangat-sangat penting dan strategis untuk masa depan. Kita ingin lebih banyak insinyur, kita ingin lebih banyak dokter, lebih banyak juga tentunya guru, atlet yang kuat dan bergizi," ujar Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

"Tapi sama pentingnya juga, kita ingin memastikan bahwa perekonomian ini benar-benar bergerak pada saat ini. Nah, kita ketahui perekonomian kita ini berkembang sekitar 5 persenan. Mudah-mudahan tahun ini bisa 5,4–5,5 persen," tambahnya.

Menurut Anindya, implementasi MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Jika satu dapur menyerap rata-rata 50 tenaga kerja dan beroperasi selama 30 minggu, maka total tenaga kerja baru yang tercipta bisa mencapai 1,5 juta orang.

"Ini pula yang disebutkan kemarin oleh Pak Menko (Perekonomian), bisa membantu karena berdasarkan hitungan, setiap 400 ribu sama dengan 1 persen. Jadi kalau 1,5 juta sama dengan 3,5 persen. Jadi apa yang diniatkan Presiden dan Pak Menko untuk mencapai 8 persen, ini memang salah satu kendaraannya," ujar Anindya.

Selain dampak ketenagakerjaan, Anindya menilai MBG akan mendorong hilirisasi sektor agrikultur secara masif. Kebutuhan pangan untuk 82 juta porsi makanan setiap hari sekolah akan menciptakan permintaan besar terhadap telur, daging ayam, sayuran, ikan, dan komoditas pangan lainnya.

"Kalau kita ada 82 juta makanan setiap hari sekolah, yang dibutuhkan banyak sekali. Paling tidak 82 juta telur kalau menunya telur, 82 juta paha ayam, belum lagi sayur-mayur dan lain-lain, sehingga bisa terjadi hilirisasi yang selama ini identik dengan pertambangan. Hilirisasi agrikultur ini akan terjadi," imbuhnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri berita finance lainnya

Read Entire Article
Desa Alam | | | |